Sebagian orang akan menjawab MUDAH dan sebagian lagi
menjawab “SULIT”. Tergantung kecintaan kita pada landak dan ketelatenan kita
mengurus pet. Landak memerlukan perlakuan khusus saat hamil.
Suasana yang tenang
Mutlak diperlukan, setenang apa? benar2 tenang dan nyaman,
dengan sirkulasi udara yang cukup. Bahkan tenang berarti tenang didalam
kandangnya (tidak ada mahkluk lain ataupun landak lain di dalam kandangnya) dan
juga tenang diluar kandang. Bahkan setelah melahirkan pun, beeding tidak boleh
diganti sampai anak2nya aman. Begitu juga pemberian pakan, usahakan mengganggu
seminimal mungkin
Makanan yang cukup
Asupan nutrisi yang memadai, baik jumlah asupan protein dan juga
air minum’nya.Dua hal diatas adalah hal inti, diluar itu masih banyak hal yang
berhubungan dengan karakter landak yang kita miliki. Banyak yang berhasil
melahirkan, namun gagal merawat hingga dewasa dengan berbagai kendala, si anak
dimakan induknya lah, gak disusuin lah, disingkirkan menjauh dll. Jangan
katakan “Tega yah, anak sendiri dimakan”, jujur saya paling sebal dengan
pernyataan ini. Si breeder nggak tau kebutuhan si ibu landak, namun malah
menyalahkan “ketegaan” si ibu landak. Perlu diketahui, naluri pada beberapa hewan untuk melindungi anaknya
adalah dengan memakannya. Bahkan pada anjing, hamster dan beberapa mamalia lain
melakukan hal yang sama. Saat sang induk merasa ada ancaman dari luar yang
membahayakan anak’nya, maka secara naluri, dia akan menyembunyikan anak’nya
dengan cara memasukkan anak’nya kedalam mulut. Jadi, salah siapa donk? salah
yang mengancam atau salah yang terancam? tentu saja salah kita sebagai breeder
yang kurang menjaga ketenangan saat landak beranak. Gangguan dari tikus serta
gonggongan anjing juga bisa menjadi sumber “bahaya” bagi si ibu landak. Oleh
karenanya, saya sarankan, peliharalah landak dalam kurun waktu yang cukup untuk
memahami karakternya, baru mulai untuk breeding. Jangan nyemplung langsung
breeding, selain bisa rugi, juga bisa bikin stress melihat anakan yang “gagal”
Post a Comment
0 Comments